Kumpulan Cerita Dewasa - Perkenalkan namaku Anton, umurku saat ini 23 tahun, aku kuliah
disuatu universitas terkenal dikotaku. Aku sendiri memilki penampilan yang kurang
lebih bisa menarik perhatian kaum wanita karena perawakanku yang atletis dan
wajah ganteng yang menghiasi tubuhku.
Dalam hubungan Sex tak perlu ditanyakan lagi, aku sudah
mendapat banyak pengalaman dari banyak wanita, karena aku memulai berhubungan
Sex sejak SMA sampai sekarang. Namun kali ini aku tak menyangka kisahku ini
akan terjadi, karena persetubuhan ini aku lakukan dengan tanteku sendiri yang
dimana adalah istri om ku yang adik dari ayahku. Namun mau bagaimana lagi, jika
kucing dikasih ikan asin ya mana mau nolak,hehe..
Suatu pagi saat aku masih tidur, telpon HP ku berbunyi dan
aku yang masih dengan mata tertutup mengangkat HP ku, ternyata adalah Om Josh
yang menelponku. “Anton, kamu beberapa hari ini sibuk gak??” tanya om .
“Kayaknya Enggak om, emang kenapa om??” tanyaku balik. “Om mau minta tolong
niiih, bisa gak???” tanya om .
“Eeeemmm….Minta tolong apa om?? Kalau aku bisa pasti aku
bantu om” jawabku. “Om minta kamu menginap dirumah om karena om mau keluar kota
selama beberapa hari, kamu temenin Tante Vero dan Dea dan Rin ya Anton, bisa
gak??” taya om Josh. “Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, nanti apa
sekarang om??” tanyaku.
“Sekarang aja Anton, karena om sebentar lagi mau berangkat
dan om juga sudah ngomong sama tantemu kok, kalau kamu yang akan menemaninya”
jawab om Josh. “Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu, nanti aku terus kerumah om”
jawabku. “Makasih ya Anton, kamu memang keponakanku yang paling baik, nanti
jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk aja ya Anton” ucap om Josh. “Iyha
om” jawabku singkat. Agen bandarQ
Setelah menutup telpon dengan mata yang masih berat, aku pun
bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat
membayangkan yang tidak-tidak, aku membayangkan tubuh bahenol tante Vero,
kubayangkan pantatnya yang semok aku remas-remas,
kujilati memek tante Vero sampai tante Vero ngecrot, penisku
dikulum tante Vero, membuat penisku menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku
membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku tentang tante Vero hilang
dengan seketika. Tak lama aku selesai mandi, dan aku pun bergegas ganti baju
dan langsung menuju rumah om Josh. Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya
aku sampai dirumah om Josh.
Dan ternyata om Josh sudah berangkat lalu aku disambut oleh
tante Vero. Pemandangan indah seketika pun aku dapatkan, baju ketat dan super
seksi menghiasi tubuh tante Vero sehingga bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Vero menjadi
terlihat, dan bahkan garis-garis CD tante Vero kelihatan karena roknya yang
sangat ketat. Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Vero membuyarkan
pemandanganku itu.
“Antnon tante minta tolong kamu antar Dea dan Rin kesekolah
yaaa” pinta tante Vero. “Okkee deeh tante” jawabku singkat. Lalu aku mengajak
kedua anak tante Vero yang masih kecil kemobil, dan aku pun mengantarkannya
kesekolah. Diperjalanan aku mengantar Dea dan Rin, kembali aku teringat
kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat.
Aku tak kuasa menahan nafsuku hingga dalam perjalanan batang
Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar celanaku karena penisku yang
lumayan besar. Untungnya aku mengantarkan anaknya tante Vero, jika yang
kuantarkan adalah tante Vero bisa-bisa aku langsung menubruknya “pikiran kotor
itu yang terus mengganguku selama dalam perjalanan”.
Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil
ke rumah tante Vero. Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu
mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Vero masih mandi, terdengar suara
guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit
tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku.
Setelah menaruh piring di dapur.
Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang
kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku
berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku
terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Vero
tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek
cahaya yang mengenai air di kulitnya.
Ternyata tante Vero sedang masturbasi, tangan kanannya
dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri
mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan. Terdengar suara desahan
lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”. Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke
belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya
tante Vero ini sudah mencapai orgasmenya.
Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Aku
langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis
pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Vero,
membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Vero berhubungan badan
denganku. “Lho Anton, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu.
Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba
suara tante Vero mengagetkan aku.
“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja,
kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Vero sambil masuk kamar. Aku agak kaget
juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan.
Setelah tante Vero berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini.
Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante
dan langsung tidur.
“hmhmhmhmmmm.. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena
tante Vero sudah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari
luar sarung. “Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante
sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Penis menegang
90%. “Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok”, dengan
alasan sakit. Bandar Poker Terpercaya
Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang. Begitu alasan
tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja. “Waktu tante masuk kamar,
tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga
CD kamu terlihat. Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm,
gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan
kelakuannya. “Sudahlah tante, gak pa pa kok.
Lagian Anton tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di
kamar mandi” celetukku sekenanya. “Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik
setengah marah. “Iya, tadi Anton ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah
kan?” agak takut juga aku kalau dia marah. Tante diam saja dan suasana jadi
hening selama lebih kurang sepuluh menit.
Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan
membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai
rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang
terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di
tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku. Bra warna hitam juga
terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.
Aku jadi salah tingkah. “Aku tahu kamu sudah lama pingin
menyentuh ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit
kembarnya. “Emm.., nggak kok tante. Maafin Anton ya.” aku semakin salah
tingkah. “Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik
keheranan. “Maksud Anton, nggak salahkan kalau Anton pingin pegang ini..!”
Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, sehingga tante terjatuh di atas
tubuhku.
Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri dan kanan.
“Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli Anton.” tante Vero merengek perlahan.
“hmhmhmhmmmm..shh” tante semakin keras mendesah ketika tanganku mulai meraba
kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya. Rok yang menjadi penghalang,
dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab.
Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh
tante Vero. Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan
semakin lembab. Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm
bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana dan
berhenti di tonjolan yang keras. “hmhmhmhmmmm, boleh juga nih
Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante
mengagumi Penis yang belum pernah dilihatnya. “Ya sudah dibuka saja tante.”
pintaku. Lalu tante melepas celanaku, dan ketika tinggal CD yang menempel,
tante terbelalak dan tersenyum. “Wah, rupanya tante punya Penis lain yang lebih
gedhe.”
Gila tante Vero ini, padahal Penisku belum besar maksimal
karena terhalang CD. Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai
akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas
tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang
terperangah melihat Penis yang berdiri dengan bebas dan menunjukkan ukuran
sebenarnya.
“Tante.. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke
tante, dan rupanya ini mengagetkannya. “Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa
segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku. “Gak panjang
banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia
ngoceh lagi.
Tante masih terkesima dengan Penisku yang mempunyai panjang
17cm dengan diameter 6cm. “Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh
ngelakuin apa aja sama Penisku.” Aku ingin agar tante memulai ini secepatnya.
“hmhmhmhmmmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Penis Ada sensasi enak
dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai
pangkal Penis
“Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau. Lalu aku
tarik kepala tante Vero sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi
dengan ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi
lagi, kali ini berusaha untuk melepas CD tante Vero. Akhirnya sambil
menggigit-gigit kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya
itu.
Tiba-tiba, tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku.
Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang
dipotong rapi berbentuk segitiga. “Ayo Anton, gantian kamu boleh melakukan apa
saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya. “OK tante” aku
langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih. Bandarq Online
“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh
klitorisnya dengan ujung lidahku. “Hh.. mm.. enak Anton, terus Anton.. yaa..
shh” tante mulai berbicara tidak teratur. Semakin dalam lidahku menelusuri liang
vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Vero. “Ahh..Jenny..shh..Jennyr
aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras. “Ahh..” erangan tante keras
sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. Rupanya tante sudah
mencapai puncak. Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih
berkutat dengan perasaan enaknya. “hmhmhmhmmmm..kamu pintar Jenny.
Gak rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi
pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?” dengan manja tante
memeluk tubuhku. “Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke
Penis ku sendiri. “Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau
Penisku masih berdiri tegak dan belum puas. Dipegangnya Penis ku sambil
bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok
Penis.
Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok. Anton,
kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante
heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Penisku. Tante
bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan
bahasa tubuh tante Vero, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi
dalam pahanya yang putih mulus.
Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha.
Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante
menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa
nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua
pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung
Penis ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membuat tante
semakin bergerak dan meracau tidak karuan.
“Tante siap ya, aku mau masukin Penis” aku memberi
peringatan ke tante. “Cepetan Anton, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante
langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Penis. Dengan pelan aku dorong
Penis ke arah dalam vagina tante Vero, ujung kepalaku mulai dijepit bibir
vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis sekarang sudah
tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment
yang sangat enak.
Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti
Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru. Anton, kok
rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa
keenakan. “Ahh.. shh mm, tante ini cara Anton agar tante juga merasa enak” Aku
membalas omongan tante. Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa
Penis ke dalam vagina tante.
“Ahh..” kami berdua melenguh. Kubiarkan sebentar tanpa ada
gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang
dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga
mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Vero ini masih kencang,
pada saat aku menarik Penis bibir vaginanya ikut tertarik. “Plok.. plok..
plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Vero semakin menambah
rangsangan.
13 menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba
tante mengerang keras “Ahh.. Anton tante nyampai lagi” Pinggulnya dirapatkan ke
pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup
kedua payudaranya. dengan Penis masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut
dengan keras. Dengan posisi memangku tante Vero, kami melanjutkan aksi.
Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan
panas di Penis. “Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante.
“Di dalam aja Anton, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya
digerakkan naik turun. Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya
akhirnya pertahananku mulai bobol. “Arghh.. tante aku nyampai”. “Aku juga Anton..
ahh” tante juga meracau. Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante.
Setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di
kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra. Anton, kamu hebat.” puji
tante Vero. “Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya. Anton,
kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.
“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku
selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya. “Gak apa-apa Anton, tante masih
ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus
dadaku. Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali.
Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih.
Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi
di kamar mandi. Itulah pengalamanku dengan tante Vero. Ternyata enak juga
bermain dengan wanita yang berumur empat puluhan-an. Semenjak itu aku sering
dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan tante-tante.
Rupanya tante Vero menceritakan hal kehebatanku kepada
teman-temannya , karena teman tante Vero pada penasaran dengan diriku
seringkali aku di kejar kejar dengan cara yang berbeda beda.


