Cerita Gadis Pegawai Bank Yang Semok Di Perkosa 8 Preman Terminal


Cerita Dewasa Mania - Hari itu Nadin terpaksa pulang malam pukul 22.00 karena bank tempatnya bekerja sedang mengalami masalah teknis. Seperti biasa gadis berambut sebahu, dada montok dan bahenol ini pulang menggunakan angkot dan berlanjut dengan bis dari terminal. Karena larut malam dan hujan dari sore, terminal malam itu lebih sepi dari biasanya.

Nadin yang turun dari angkot berjalan santai menyusuri jalur bis yang sepi. Tiba2 3 orang preman yang saat itu sedang mabuk menggodanya. Yuda, Rama dan Septi masing-masing adalah preman senior disitu. “ceweeek, mau kemana ni?” kata Yuda, Nadin diam saja tak acuh sambil mempercepat langkahnya. Ketiga preman itu terus mengikuti.

Tiba-tiba Septi yang bertubuh tinggi kekar menghadang Nadin.” Eh neng belagu amat si disapa diem aja”. Nadin yang melihat gelagat tak baik langsung berlari. Tapi ternyata Nadin kalah cepat. Tangan Rama keburu memegang tangan Nadin yang lembut.

Nadin meronta dan mencoba berteriak tapi 3 preman itu keburu membekapnya dan menariknya ke dalam salah satu gang. Disitu cukup gelap dan sepi. Nadin dipegangi kedua tangannya kebelakang. Yuda membuka kemeja Nadin sambil meraba dadanya dan Rama meraba selangkangan Nadin yang tertutup celana jins. “udah neng diem aja..nikmatin aja”, kata Yuda sambil mengeluarkan pisau mengancam Nadin. Nadin kemudian dilumat bibirnya oleh Yuda. Agen Bandarq

Cukup lama dan kemudian ia dipaksa jongkok. Rama sudah siap membuka celananya dan terlihat kontol besar beruratnya tegang mengacung. “isep ni punya gue” Rama menarik kepala Nadin ke kontolnya. Mulut Nadin yang tertutup kembali diancam Yuda dengan pisau. “isep tuh ato lu gue bacok disini”. Nadin yang ketakutan akhirnya membuka mulutnya dan mengulum kontol Rama. Lima menit lebih Nadin mengocok kontol Rama dengan mulutnya.

Dan tak lama kemudian Rama mempercepat sodokan kontolnya ke mulut Nadin. Crooott… Rama orgasme dan spermanya belepotan di mulut Nadin. Ia terpaksa menelan sebagian sperma kental itu. Nadin kemudian diseret memasuki sebuah lorong diantara bangunan kosong belakang terminal. Disitu sangat gelap dan tak ada orang. Yuda membuka salah satu pintu di ujung lorong. Sebuah ruangan kosong berukuran 5 x 7 meter siap menyambut Nadin.

Baca Juga : 

Ruangan ini kosong dan sering dipakai tidur para preman terminal. Makanya ada 2 buah kasur di lantai ruangan ini. Nadin dicampakan ke kasur. Kancing kemejanya sudah terbuka 3 buah. BHnya kelihatan termasuk belahan tokednya. Ia terlentang sambil dikerubuti 3 preman. Yuda memegangi kedua tangan Nadin sementara Septi dan Rama membuka baju dan menarik celana jins Nadin.

“wah mulus juga nih cewek,” kata Septi “iya ayok kita entot aja sekarang” kata Rama Rama mulai meraba raba toked Nadin sambil meremas putingnya. “aaaaahhhhhhh…jangaaaaaann aaaaaaah..” Nadin merintih. Rama terus dengan garang meraba bagian perut Nadin dan kemudian menyusupkan tanganya ke balik CD Nadin. Tangannya meraih garis lubang vagina Nadin yang ternyata agak basah, “wah udah basah ni cewek, nafsu juga lu ya?” Rama tertawa Ia langsung mengobok-obok memek Nadin sambil memainkan klitorisnya.

Nadin kelojotan sambil mengerang kesakitan dan menahan nikmat. Sesekali Nadin merasakan nikmatnya permainan di daerah vagina nya tapi jika ia orgasme maka preman-preman ini pastinya akan semakin menggila. Septi yang tak sabar lagi kini mengambil posisi di depan Nadin. Ia melepas pakaiannya sendiri dan celananya. Terlihatlah kontolnya yang panjang mengacung keras. Sreeett… sekali tarik, CD Nadin kini terlepas dari tubuh seksinya. Bandarq Online

Kedua kaki mulusnya tertutup rapat dengan vaginanya yang terlihat sedikit bulu- bulunya. Ia memegang kedua kaki gadis itu dan membukanya lebar-lebar. Kini Nadin mengangkang lebar! Vagina Nadin kini terlihat dengan bulu2 tipisnya. Garis memeknya terbuka sedikit dan terlihat dalamnya berwarna pink dan mengkilap karena cairan vagina yang mulai keluar.

Tak ambil pusing lagi, Septi segera membenamkan wajahnya ke memek Nadin. Lidahnya yang kasar mulai menyapu daerah selangkangan dan berangsur ke tengah hingga liang vagina dan klitorisnya. “ooooooowwwhhhhhhhh…” Nadin merintih, entah menahan nikmat atau menolak perbuatan Septi. Yang jelas badannya langsung mengejang begitu memeknya menerima sapuan lidah kasar Septi. “mmmhhh enak bener memek lo neng” kata Septi sambil terus menjilati memek Nadin dan memainkan klitoris dengan lidahnya.

Nadin semakin kelojotan karena perlakuan Septi, sementara Yuda dan Rama memegangi tangan Nadin yang mulai memberontak sambil menghisap pentil susunya. Nadin benar-benar dikeroyok 3 pria garang. “udah.. udah.. sekarang giliran gue,” kata Rama Kini Rama menggantikan posisi Septi namun Rama tidak menjilati memek Nadin tapi langsung menggesek-gesekan kontolnya ke gerbang vagina Nadin. “aaahh.. ampun bang..jangaaan” Nadin memelas agar tidak dientot.

Tapi Rama justru semakin nafsu dengan rintihan seksi itu. Kontol gedenya kini berada tepat menempel di depan liang memek Nadin. Slleeeebb.. sekali dorong, masuklah kontol gede itu merangsek memek Nadin yang masih sempit. Rama mendorongnya pelan2 agar gesekan dengan dinding vaginanya berasa. Setelah sampai dalam kemudian ia menariknya lagi pelan2.

Begitu seterusnya hingga Nadin yang tadinya meringis kesakitan berganti menjadi desahan-desahan nikmat. “oohhhhhhh…mmmhhhhhhhh…” Nadin kini merintih semakin seksi saat Rama mulai menggenjotnya semakin kencang. “tahan neng..aahhhh… memek lu enak banget…oohhhhhhh” Rama semakin kencang memompa memek Nadin.

Smentara Yuda dan Septi sudah tidak lagi memegangi tangan Nadin karena Nadin sendiri sudah mulai menyerah dan pasrah tubuhnya digarap habis-habisan. 15 menit kemudian Rama menarik kontolnya dan mengarahkan nya ke mulut Nadin. Crooot crroot.. sperma Rama berhamburan di wajah Nadin. “hmmm enak juga cuy tu cewek..giliran lu deh sekarang” kata Rama.

Septi kini berdiri di depan tubuh Nadin yang terlentang bugil tak berdaya. Ia mengangkat kaki Nadin ke pundaknya. Kontolnya kini siap menghujam memek Nadin. Slleeebb.. kontol Septi kini mendapat giliran mengobok obok memek Nadin yang sudah terasa kering. Nadin kembali meringis kesakitan. “aaahhhh pelan pelaaan..sakiiiiit” teriak Nadin. “oo elo mau yang maen alus ya? Hahaha boleh deh..ternyata lu romantis juga ya?” ledek Septi.

Ia segera memeluk Nadin dan menciumi bibir Nadin perlahan dan mesra. “mmmhhhh… cantik juga ya lu.. mmhhh..romantis lagi” Septi terus menciumi bibir, pipi dan leher Nadin. Perlahan-lahan, ia mulai kembali menyodok memek Nadin. Kali ini Nadin tidak kesakitan. Pertanda bagus, Nadin sudah mulai terangsang! “gue entot lagi ya neng..” kata Dididn sambil mempercepat sodokannya. “aahh…mmhhhh… aaaaaahhhhh….” Nadin kembali merintih akibat sodokan Septi.

Memeknya kini mulai basah akibat rangsangan yang bertubi-tubi. Hampir 20 menit Nadin digenjot oleh Septi. Ia kini mulai terengah-engah meladeni preman bernafsu besar ini. “udah sekarang lu nungging” kata Septi. Nadin tak bergerak karena kelelahan. Septi kemudian menarik tubuh gadis ini dan membalikkan tubuhnya sambil mengangkat pinggulnya. “ayo buruan nungging!” bentak Septi.

Baca Juga : 

Kini Nadin nungging. Pantat bahenolnya menghadap keatas siap dihujam kontol. Septi segera mengambil posisi di belakang pantat Nadin sambil memegangi pinggulnya. Kontolnya kini siap merangsek pantat Nadin. “ooohhhhh…jangan bang..sakiiiiit” teriak Nadin. Septi tak peduli sambil terus menusuk pantat Nadin dengan kontolnya. “aaaaahhhh….oooooohhhhhhhhh” Nadin cuma bisa menahan sakit di duburnya dan pasrah begitu saja.

Hampir sepuluh menit Septi mengerjai pantat Nadin dan kemudian.. crooot..croot .. sperma Septi menyembur di dubur Nadin. Sejenak ia membiarkan kontolnya terbenam di dalam pantat Nadin sementara Nadin kini lemas terkulai. “ aaahhh.. enak juga ternyata pantat lo ya” kata Septi. Septi kemudain beristirahat sejenak sementara Nadin terkulai lemas karena lobang memek dan pantatnya telah dikerjai habis2an. Yuda kini menghampiri tubuh Nadin. Situs Bandarq

Ia menyodorkan kontolnya ke wajah Nadin. “heh isep nih punya gue” katanya sambil menjambak rambut Nadin dan memaksanya mengulum seluruh batang kontolnya. “mmmmmm…mmmmpphhh” Nadin cuma bisa pasrah sambil menelan seluruh batang kontol Yuda. Tak cuma itu, kini Rama yang sudah mulai tegang lagi juga ikut berdiri di samping Yuda sambil mengocok kontolnya. “isep juga dong punya gue” kata Rama. Kini Nadin melayani oral seks 2 pria dengan kontol2 yang super gede dan keras. Secara bergiliran ia mengulum satu per satu kontol pria2 itu.

Septi diam-diam merekam adegan itu dengan hapenya. “udah sekarang giliran gue..” kata Yuda sambil menarik tubuh Nadin dan mengangkangkan kedua kakinya. Dengan gahar Yuda menciumi dan menjilati memek Nadin. “ooooooowwwhhhhh…” Nadin kembali menggelinjang menahan geli. Sementara Rama menyerbu bibir Nadin dengan kecupan kecupan liar sambil tangannya meremas toketnya. Septi tak mau ketinggalan. Ia menghampiri Nadin dan memaksa Nadin mengocok kontolnya. Nadin kembali dikerubuti 3 preman.

Hampir 30 menit mereka bergiliran menggarap Nadin. Mereka berganti posisi sambil terus mengerjai tubuh Nadin. Yuda mengocok memek Nadin dengan kontolnya. Meski gadis ini mulai kewalahan tapi sesekali ia masih meladeni oral dari Rama dan Septi. “hmmm enak banget si memek lo? Lo doyan ngentot ya neng?” kata Yuda sambil terus menyodok memek Nadin dengan kontolnya. Sementara Nadin hanya diam saja menahan sodokan Yuda yang bertubi tubi menghujam memeknya.

Septi dan Rama begiliran memasukan kontol mereka ke dalam mulut Nadin. “ayo bikin gue ngecrot dong” kata Rama, “kalo belum crot gak bakal gue cabut dari mulut lu”. Nadin terpaksa mengulum kontol Rama dengan penuh nafsu. Ia menjilati sambil menghisap kontol itu sampai benar- benar crot. Begitu juga dengan Septi. Nadin terpaksa karena hanya dengan cara itu ia bisa bebas dari oral seks. Crooot.. Nadin merasakan cairan hangat masuk ke dalam liang surganya. ia hanya bisa pasrah sambil ngos-ngosan kelelahan.

Yuda mencabut kontolnya dan terlihat sperma Yuda yang begitu banyak tumpah keluar dari memek Nadin. Ternyata Yuda belum selesai. Ia kembali menindih Nadin sambil mengulum bibir manis gadis itu. “mmmmmhh… makasih ya sayang. Lo enak banget dientot” Yuda terus menciumi bibir Nadin dan kemudian lehernya sambil memeluknya mesra. Sementara Septi dari tadi merekam adegan itu dengan hape nya. Nadin kini tinggal mengangkang dengan memeknya yang dipenuhi sperma. Tangannya terlentang dan kedua kainya mengangkang lebar.

Ia ditinggal bugil begitu saja di ruangan itu. Saat ketiga preman itu keluar ruangan, mereka bertemu dengan 4 preman lain. “wah abis ngapain ni kalian di ruangan belakang?” “biasa” kata Yuda sambil menarik resleting. Ke 4 preman itu masuk ke ruangan itu dan mendapati tubuh bugil Nadin yang masih terlentang. “nah giliran kita sekarang yang pesta” Dan pemerkosaanpun berlanjut lagi.

SELESAI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »