Berangkatlah Rahmat hari itu ke Jakarta berbekal uang secukupnya dan secarik kertas berisi alamat yang akan di tujunya.
Mbak Ninik… guman Rahmat sambil melihat kertas beriskan alamat yang akan di tujunya.Mbak Ninik inilah yang akan menampung si Rahmat sebelum si Rahmat mendapatkan pekerjaan dan bisa membiayai hidupnya sendiri.
Ninik, wanita yang di panggil mbak oleh Rahmat ini adalah wanita berumur 25 tahun.Wajahnya tidak jelek tapi juga tidak cantik, biasa biasa saja tapi manis khas perempuan jawa.
” Jatinegara jatinegara…. ” suara pedagang asongan yang membuyarkan lamunan Rahmat.
” wahh…. akhirnya nyampe juga ” batin Rahmat sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 08:20, yang berarti sudah hampir jam stengah sembilan.
Rahmat pun lalu turut berdesak desakan dengan penumpang kereta yang laen untuk keluar dari kereta MATARMAJA yang membawanya dari kampung halamannya ke kota Jakarta.
Sesampainya Rahmat di jakarta, dia langsung mencari taksi untuk mengantarnya menuju alamat mbak Ninik.inilah pengalaman pertama Rahmat jauh dari rumah, dan pengalaman pertama dia juga naik taksi. Agen Bandarq
Rahmat memang pemuda yang cerdas dan supel, jadi walaupun ini pengalaman pertamanya di kota besar tapi dia tidak kelihatan kampungan ataupun kiku.di stopnyalah taksi kosti jaya yang sedang melintas di depat stasiun Jatinegara.
” mau kemana mas? ” tanya sang sopir taksi yang di berhentikan Rahmat.
” bisa antar saya ke alamat ini pak? ” jawab Rahmat dengan logat jawanya sambil menyerahkan secarik kertas alamat mbak Ninik.
” oh, iya mas bisa. silahkan masuk. ” jawab sang sopir taksi sambil menyerahkan kebali kertas yang di berikan Rahmat.
lalu Rahmat pun masuk ke dalam taksi, tapi dia memilih untuk duduk di kursi depan samping pengemudi.Taksipun mulai jalan sesaat setelah Rahmat masuk.
Setelah mobil berjalan sekitar setengah jam di padatnya jalan ibu kota, akhirnya sampai juga Rahmat di alamat yang di tuju.
” sudah sampai mas. alamat yang mas cari masuk ke gang itu. ” kata sang sopir taksi sambil menunjuk ke arah sebuah gang di seberang jalan.
” oh iya mas, terima kasih.” ” taksinya berapa mas?” jawab Rahmat sambil merogoh dompet di kantongnya.
” 25 ribu mas.” kata sang sopir sambil menunjukkan angka argo yang tertera.
Setelah membayar dan keluar dari taksi lalu Rahmat pun menyebrang dan berjalan masuk ke gang yang tadi di tunjukkan sang sopir taksi.
sambil berjalan menyusuri gang sempit yang hanya muat untuk 2 motor itu, Rahmat mengeluarkan lagi secarik kertas yang berisi alamat mbak Ninik.
” Rt 5, Rw 3, kontrakan bercat hijau punya Pak Said.” baca si Rahmat.
setelah berjalan dan bertanya sana sini akhirnya Rahmat menemukan Kontrakan yang di carinya.
” tapi kok sepi ya, mbak Ninik kemana?” batin Rahmat sambil melangkah masuk ke halaman kontakan yang berderet ada 8 pintu itu.
” kontrakan mbak Ninik pintu yang mana ya.” batin Rahmat karena di kertas alamat tidak tertulis pintu berapanya.
Saat Rahmat sedang melamun karena bingung tiba tiba saja dia di kejutkan oleh sebuah suara yang menegurnya.
” nyari siapa ya dik?” suara yang menegur Rahmat.
Rahmat pun berbalik kearas suara itu dan dilihatnya seorang ibu2 memakai daster biru sambil menggendon bayi.
” nyari kontrakan mbak Ninik buk, yang sebelah mana ya?” jawab Rahmat.
” mbak Niniknya lg nggak ada mas, lg kepasar. td katanya mau ada sodaranya yang datang dari kampung. klo boleh tau mas ini siapa ya?” jawab sang ibu berdaster biru.
” saya sodaranya mbak Ninik dari kampung buk.” jawab Rahmat masih dengan logat medoknya.
” oooo….. nah itu dia mbak Ninik.” jawab si ibu berdaster biru lagi sambil menunjuk ke arah perempuan yang sedang menenteng belanjaan.
Rahmat lalu melihat ke arah yang di tunjuk sang ibu itu tadi.
” RAHMAT…. dah lama ko?” tanya si mbak yang menenteng belanjaan yang ternyata mbak Ninik itu.
” b.b.b.baru saja mbak.” jawab Rahmat terbata bata karena setengah nggak percaya klo wanita itu mbak Ninik yang sedang di carinya.
Rahmat tertegun nenatap sosok Ninik yang sekarang beda dengan yang dia ingat dulu di kampung.Ninik sekarang yang dilihat Rahmat adalah wanita yang manis dan sexy dengan balutan kaos ketat warna putih yang menonjolkan payudaranya yang montok walau tidak terlalu besar di padu dengan rok jeans span selutut makin menambah manis wanita ini.
” oh iya buk, kenalin ini Rahmat sodara saya dari kampung.” kata Ninik kepada wanita berdaster biru mengenalkan si Rahmat.
lalu Rahmat dan si ibu berjabat tangan sambil tersenyum sopan.
” ayo masuk ko, mari bu.” kata Ninik mengajak Rahmat masuk sambil berpamitan kepada ibu berdaster biru.lalu Ninik membuka kunci pintu dan masuk ke kontrakan yang ternyata berada di paling ujung deretan kontrakan itu di ikuti Rahmat.
” ya beginilah kontrakan mbak ko, alakadarnya.” si Ninik menunjukkan keadaan kontrakannya.
kotrakan Ninik adalah kontrakan satu ruangan, lumayan luas dengan kamar mandi di dalam.di dalamnya lumayan lengkap ada tivi, kulkas, springbed ukuran jumbo dan peralatan2 laennya.
” trus ntar aku tidur dimana.” batin Rahmat setelah melihat2 ruangan kontrakan Ninik.
saat Rahmat melamun tiba2 dia di kagetkan suara Ninik yang menyuruhnya mandi trus istirahat.mendengar perintah Ninik, Rahmat pun lalu meletakkan tas ranselnya di depan rak tivi mengambil handuk peralatan mandi lalu menuju kamar mandi.
sesampainya di kamar mandi Rahmat pun kembali bingung, karena kamar mandinya nggak ada pintunya.
“ah bodo amat” batin Rahmat karena dia pengen buru2 mandi trus langsung tidur karena capek habis perjalanan jauh.
selesai mandi dan berganti pakaian lalu Rahmat pun pamit buat istirahat tidur.
“tidurnya di ranjang aja ko.” kata Ninik.
“iya mbak.” jawab Rahmat sambil merebahkan diri ke springbed embuk bercover biru muda.
tak terasa Rahmat sudah tertidur hampir 6 jam. Rahmat terbangun karena mendengar suara orang sedang mandi.sampai di sini Rahmat belum punya pikiran macam macam.setelah selesai mandi dengan menggunakan daster warna ungu, lalu Ninik mengajak Rahmat untuk makan. Bandarq Online
” ayo makan ko. td mbak gk tega mo ngbangunin kamu. kamunya nyenyak banget tidurnya.”
” iya mbak.” jawab Rahmat.
merekapun lalu makan masakan Ninik yang di masak tadi waktu Rahmat sedang tidur.sambil makan merekapun bercakap2 mengakrabkan diri, sambil Ninik Menanyakan keadaan di kampung.maklum, Ninik sudah hampir 4 tahun nggak pulang kampung.nggak terasa merekapun sudah semakin akrab dan waktupun tak terasa sudah larut malam.
” aku tidur di mana mbak?”
” di mana aja ko, klo mau di kasur bareng mbak juga boleh.”
DEG….. Rahmat terkejut dengan jawaban Ninik.
” aku tidur di bawah aja lah mbak, di depan tivi.”
” ok lah terserah kamu.” jawab Ninik.
hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa Rahmat sudah 4 bulan numpang di kontrakan Ninik.selama 4 bulan itu juga Rahmat sudah mondar mandir kesana kemari melamar kerja bermodalkan ijasah SMK, tapi sayang belum juga mendapatkan pekerjaan.
dan selama 4 bulan itu jugalah si Rahmat lama2 mempunyai hasrat terpendam dengan mbak Ninik.bagaimana tidak, selama 4 bulan mereka tinggal berdua dengan kamar mandi yang gak ada pintunya dan kadang merekapun tidur seranjang berdua.
di tambah lagi dengan gaya berpakaian Ninik yang terbilang berani kalo di dalam kontrakan.kadang Ninik suka memakai hot pants yang super pendek dan ketat, baju tidur yang tipis merangsang, bahkan sering juga Ninik hanya memakai kaos oblong yang kebesaran tanpa memakai bawahan, hingga kadan2 CD nya terexpost mata elang Rahmat.
di tambah lagi kamar mandi yang tak berpintu itu kadang membuat Rahmat tambah blingsatan menahan konak.karena pernah beberapa kali Rahmat tanpa sengaja memergoki Ninik lagi telanjang di kamar mandi begitu pula sebaliknya.
kalau sudah nggak tahan Rahmat terpaksa onani diam2 di tengah malam sambil membayangkan Ninik.tanpa Rahmat sadari sebenarnya Ninik pun juga sama. diam2 Ninik pun juga sering di landa birahi karena pernah beberapa kali memergoki Rahmat yang sedang mandi.
Ninik selalu terbayang kontol Rahmat yang lumayan besar dan panjang itu walaupun sedang tidak ereksi.setelah selama 4 bulan itu mereka hanya memendam nafsu masing2 tanpa ada yang berani mengungkapkan.akhirnya pada suatu hari kejadian itu di mulai dan terjadi juga.
waktu itu di suatu pagi, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, Ninik bangun dari tempat tidur langsung bergegas ke kamar mandi karena mau berangkat kerja. sesampainya di kamar mandi Ninik langsung melepas baju tidurnya yang berupa daster tipis itu skalian BH dan CD nya.
sejenak Ninik mematut dirinya di cermin mengagumi tubuhnya yang montok.
“ah… sudah terlalu panjang.” batin Ninik melihat bulu memeknya yang sudah mulai panjang.
Ninik memang tipe wanita yang nggak mau atau risih kalo bulu memeknya panjang. dia lebih suka dengan memeknya yang gundul tanpa sehelapuni bulu jembut.dengan begitu daging memeknya yang tebal tembem semakin kelihatan dengan belahan memek yang masih rapat dan clitarisnya ya besar itu semakin menantang.
segera Ninik mengambil silet cukur, sambil duduk mengangkang di bak mandi Ninik mulai mencukur habis bulu jembutnya.selesai mencukur bulu jembut lalu Ninik membasuh memeknya untuk membersihkan bulu jembut yg menempel sehabis di cukur.
waktu menyiram dan membersihkan bulu jembut yang habis di cukur tiba2 saja birahi melandanya.di letakkannya gayung yg di pegangnya sambil makin mengangkangkan kakinya Ninik mulai meraba2 memeknya sendiri.
di putar-putarkannya jempol tangan kirinya di clitaorisnya yang semakin keras dan membesar, sambil tangan kanannya meremas2 payudaranya sebelah kiri.seiring rangsangan di clitoris memek Ninik mulah basah dengan cairan kawinnya sendiri.
” uuuuuh…… hhhhmmmmm………”
” ooh….sssstttt….. oh… yeah….. ennmakkk…..”
pelan2 mulai keluar desahan Ninik
tangan kirinya yang tadi bermain di clitorisnya kini sudah berpindah ke lubang memeknya. di usap2 memeknya sambil sesekali jari tengahnya menyusup mengorek2 belahan memeknya.
makin lama makin basah dan makin cepat pula tangan kirinya mengusap2 memeknya sendiri, sambil tangannya yang kanan berpegangan pada kran air takut terjatuh.
” ooooohhhgmmm…… iyyyyy….. eeennakkk……”
tapi tiba2 Ninik menghentikan aktifitasnya. dia ingin merasakan yang lebih enak dengan posisi yang lebih nyaman.
Ninik mengintip ke ruangan kontrakannya memastikan kalau Rahmat masih tidur. lalu dia berjalan telanjang bulat berjingkat lalu langsung naik ke tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi ketelanjangannya. sebelum melanjutkan masturbasinya Ninik mengambil sesuatu dari laci yang ada di samping tempat tidur. dan ternyata yang di ambilnya adalah sebuah dildo berukuran sedang dengan vibrator. pelan2 di arahkannya dildo itu ke lubang memeknya, di usap2 kannya di situ sampai memeknya kembali basah kuyup dg cairan kawinnya.
pelan tapi pasti sambil terpejam dildo itupun mulai masuk ke lubang memeknya. di diamkan di nikmati keberadaannya sebentar di dlm memeknya sebelum mulai di gerakkan keluar masuk.Ninik mulai mendesah lagi seiring dildo mengobok2 lobang memeknya. Situs Bandarq
“ssssstttttt……mnmmmmm…….oh oooogh….. yesss……..
aaaaagrhg…… ooh…. enak…. nikmat banget…. hhhhuuuug……..
memmmek…. enaaaak mmmmeem….ekku…… hiiiiaaaaa……
ggggatttteell…..”
desah Ninik yang makin lama makin keras tak terkontrol. tubuhnya mengelijang2 seperti cacing kepanasan. masih kuran puas lalu Ninik menghidupkan fibrator dildonya.
“ngngngngngng…….”
bunyi vibrator dildo yang bergetar mengobok2 lubang memeknya. desahan Ninik sekarang makin keras, malah bisa di sebut jeritan2 kecil.
tubuhnya mengelijang2, matanya terpejam menikmati deraan knikmatan di selangkangannya. karena gerakannya tanpa dia sadari bahwa selimut yang tadi di pakai buat menutupi tubuhnya sekarang hilang entak kemana.
sengga tubuh telanjang, kakinya yang terkangkang dengan dildo ya dia pegang keluar masuk dan bergetar di memeknya tak lagi tertutupi.
“oooooohhhh………aaaaaiiiiihhi…….
mmmmmm……
yyyyeeess….
enak bbbanggget mmmmemeeekkkkuuuuhh…..desah Ninik yang makin dan semakin keras.tanpa Ninik sadari bahwa desahannya telah membangunkan Rahmat dari tidurnya.
terbangun dari tidurnya karena desahan Ninik yang makin keras lalu Rahmat bangun dan melihat ke arah ranjang tempat asalnya suara itu.
betapa terkejutnya Rahmat nenjumpai sesosok wanita mengangkan di tempat tidur mendesah2 birahi sambil mencucukan dildo keluar masuk ke memeknya.
tertegun Rahmat melihat pemandangan seperti itu, sehingga pelan tapi pasti birahi mulai menguasainya.
karena sudah gk kuat menahan birahi lalu Rahmat dengan cepat mengeluarkan kontolnya dari celananya dan mulai mengocok pelan sambil menikmati siaran langsung Ninik.
pelan tapi pasti kontol Rahmat mulai ereksi sempurna. karena kurang nyaman lalu Rahmat skalian lepas celana dan bajunya telanjang bulat juga, sambil terus mengurut2 kontolnya mencari kenikmatannya sendiri.
bersamaan dg itu tiba2 saja Ninik membuka matanya. melotot seakan mau keluar bola matanya. mulutnya meracau tidak karuan.
“oooogghh. . . . .aaaaaaaaa. . . aku utt. . . . . ennnakk. . . . yeeeeaaa. . . .
eeekkk. . . . koo. . . . huhhuhhuh. . . . nggggapppain. . . . mmmmmm. . . . .
kammmmuuu. . . . aaaa. . . . akku keeee. . . . ll . . . .
ooooooh. . . . iiiiyyyyyaaaaaaa. . . .
ekkkkooooo. . . .
tubuh Ninik mengelijang2 tanda dia mau orgasme yang dahsyat. dan……
crot…. crot…. crot…. crot. . .
aaaaaaaaaaaahhhhh. . .
Ninikpun orgasme dengan dahsyatnya tanpa sanggup dia hentikan walapun dia tahu Rahmat sedang melihatnya orgasme sambil telanjang bulat mengocok2 kontolnya.
hhhhhhg….. dengus nafas Ninik menikmati sisa2 orgasmenya sambil mengeluarkan dildo yang mengentot memeknya sambil tepejam dan masih mengangkang.
entah setan mana yang menghinggapi Rahmat sehingga dia pelan2 naek ke atas ranjang, memposisikan tubuhnya di tengah2 kangkangan Ninik lalu memegang kotolnya dan dengan satu dorongan langsung membenampan ke memek Ninik yang baru saja orgasme dengan dahsyat.
tersentak Ninik merasakan ada sesuatu yang menerobos masuk lobang memeknya. Ninik merasakan perih di memeknya karena kontol Rahmat di masukkan dengan paksa dan cepat. lg pula kontol Rahmat lebih besar dah panjan dari pada dildo yang baru di pakai Ninik.
sehingga Ninik bisa merasakan kalau kontol Rahmat masuk terlalu dalam sampai tembus pintu rahimnya. mata Ninik melotot, mencoba meronta tapi apa daya. tubuhnya lemah tanpa daya karena baru mendapat orgasme yang sangat dahsyat.
setelah memasukkan kontolnya ke memek Ninik, Rahmat tidak langsung mengocoknya melaindah didiamkan terbenam sambil menikmati kedutan memek Ninik yang baru orgasme.
” RAHMAT..!!! apa yang kamu lakuin???. cabut.!!….” Ninik mencoba menghardik Rahmat.
” gila kamuu u… ko….. cabut ko… please… mbak hhhhmmmmm……
tanpa memperdulikan perintah Ninik pelan2 Rahmat mulai menggenjot Ninik. pertama pelan lalu makin lama makin kencang makin lama makin beringas.
” ooooohhh….. kontolku enak mbak…… huuuhhh…… enaaaakkk….. mbaaakkk……
memmmee…… uhhh….sssrrt……” Rahmat mendesah meracau.
” stooopppssphhh….. aaaaahhh… hhhhhiih……” kata Ninik sambil terus meronta melawan tapi juga mendesah.
“uddddaaaa….aaaaahhhh……. aaaammmpun ko…… kontolmu tembus rahhhimku kooo…….
plok plok plok plok……
clep clep clep clep clep…….
suara selangkangan meraka beradu bertumbukan.
Ninik meronta tapi sebenarnya dia juga merasakan nikmat yang teramat sangat sehingga Ninikpun merasa hampir mendapatkan orgasme lagi.
“ooh…. memekmu dahsyaaaatttt mmmmmm……. mbbaaak……
ayooooo…… aku mau keluar….. aaaaarrrsgggtttthg…….” desah Rahmat.
seketika juga Ninik terkejut.
“..jjjjjaaaa…..nggaaaan………..
aaaaaahhhh…….. ssssrr……”
tiba2 tubuh Ninik mengejang, tangan dan kakinya memeluk Rahmat dengan erat, pinggulnya bergetar hebat tanda Ninik sedang orgasme.
” aaakkuuu…. kelluaaa…… oooorrgghh…….”
dan… crot crot crot crot crot……….
Rahmat orgasme juga hampir bermaan dengan Ninik. menyemprotkan banyak sperma langsung ke rahim Ninik.
” hhhhii…..uuuuh…… nikmat mbak……” guman Rahmat.
” aaaaah…hhh…… jaangan di dalam…. nanti aku hamil…..” kata Ninik pelan, melarang Rahmat tapi sudah terlambat, Rahmat
telah menanamkan benihnya di rahim Ninik. mereka masih bepelukan dengan kontol Rahmat masih menancap di memek Ninik.
” kamu kok tega2 nya ko ama mbak?” kata Ninik pelan sambil menahan marah.
Rahmat hanya diam menjawab.
pelan2 tetes bening air mata keluar dari sudut bening mata Ninik. akhirnya setelah lelah bergulat mereka berdua tertidur berpelukan, dan Ninikpun nggak jadi berangkat kerja.
SELESAI


