Threesome Sama Tiga gadis Seksi dan Perawan Waktu Berlibur Ke Tretes


Cerita Dewasa Mania - Siang itu, aq ke toko bersama temen kuliah aq. Sebut saja namanya Mimi. Anaknya cantik dan centil. Rambutnya disemir highlight.

“waah…ada nonik nonik cantik nih!”, goda Yusuf sambil bersiul-siul. ke 3 karyawan aku yang lain cuman senyum-senyum. Maklum, yang ke 3 ini keliatannya ngga kegatelan kayak si Yusuf itu. huh!

Sesampainya didalam, Mimi bilang kalo si Yusuf lumayan ganteng juga, kayak indra brugman. whahahahahahaha….gw ngakak abis. indra gedubrag kali ya. kamu demen ama dia ya? Mimi cuman mencibir…ih ngga lah. kan cuman komen aja, kok.

Hihihi…komen apa komen, nih Awas ya lu sampe ada macem-macem ama dia, sahutku ketus. Dia bengong, lalu bertanya emangnya ada apa.

“Ya pokoknya gitu deh.”. temen gw itu terdiam, trus ho-oh sambil bingung.
“ah…gue tahu!”, pekik dia tiba-tiba. “Dia tuh salah satu budak loe kan?” gubrak! kaget gw dibilang begitu. Weleh…ini anak tahu dari mana ya? Ngga lah..ngapain juga, sahut gw enteng. Alaaa, ngaku aja…gue kan tahu elo, balas Mimi dengan gayanya yang centil dan sok imut

“Tapi aneh juga ya. cowok jadi budak seks elo. apa ngga kebalik tuh?”, tanya dia. Kebalik gimana?

“ya mestinya elo yang jadi budaknya dia. mungkin aja elo merasa yang memperbudak, padahal dia tetap dapat keuntungan toh?”, tukas Mimi sambil tertawa centil. Gw cuman bisa melengos aja.

“wah loe gila Lin. kalo dia mulut ember gimane coba? malu la…”, ujarnya. ah biarin. tapi kayaknya dia bisa dipercaya kok, sahutku ringan.

Dia lalu manggut-manggut. mungkin keenakan kali ya bisa ngewe ama elo? katanya genit. Hahaha…gw cuman tertawa kecil. Sama-sama enak lah yaow!

“napa loe pengen coba?”, tanyaku kecil. Xixixixi…ngga lah.
“tapi gw penasaran deh. katanya itunya gedhe yach!”, tanyanya penuh antusias. Hahaha…gw cuman ketawa. liat aja sendiri.

“Yeee…. gitu aja ngga mau bilang. sebel deh.”, ujarnya sewot.
“Hoi, jadi ngga ntar akhir minggu kita jalan2 ke tretes?”, tanyaku. Ho-oh dunk! kenapa? kamu ga bisa? Ngga, ya bisalah, sahutku, kan kita mau cari koko-koko disana hihihi…

“Ahhhh! aku ada ide!”, pekik Mimi.
“Gimana kalo ngajak di Yusuf itu? Dia kan bisa nyetir, sering nganterin kamu kuliah kan? kita butuh disupirin nih, ga nyupir sendiri. juga kan lebih nyaman plus aman kalo ada cowok yang ikut. betul ga?”. Agen Bandarq

gw diem sejenak.

“ah…elo pasti kegatelan pengen diewe ama tukang gw itu kan?. Mimi tertawa, “siapa takut!”. lagi-lagi gw cuman melengos aja. “kenapa ngga ngajak pacarmu sih? kan enak.”. Dia mengeleng.

“aduuuuh jeng Ratih, itu kan ladies night, buat kita berdua, BFF. ga enak lah ngajak Boy.”. Wew, lah trus kamu mau tanggung akomodasinya? penginapan, makanan dan uang saku. Itu kan musti diperhitungkan, sahutku. Dia mengangguk.

Setelah berunding, akhirnya kita sepakat mengajak Yusuf ke Tretes untuk berlibur, tentunya dia jadi supir. Akomodasinya ditanggung berdua (maklumm, dia juga anak bos hihihi). Dan, Kok ya pas, masih ada kamar tersisa untuk dibooking, padahal termasuk libur panjang hari kejepit, tapi kamarnya Yusuf dapatnya paling pojok. wkwkwkwk…namanya juga kamar sisa yang ga laku.

“pokoknya aku ikut!”

Aku dan Mimi terbengong melihat adik perempuan Mimi, merajuk ingin ikut. Padahal kita hanya booking 2 kamar. Pas mau nambah udah ngga bisa, penuh!

Akhirnya, daripada ribut-ribut, Caroline (adiknya Mimi) diputuskan boleh ikut. Dengan gembira dia segera mempersiapkan koper dan kemudian berangkat bersama-sama.

Karena kita berangkatnya pagi, sampai disana masih siang. Setelah cek-in, kita segera membenahi kopor. Untung dapat kamar yang ranjangnya king-size, jadi dibuat bertiga masih bisa, walaupun agak sempit. Tapi gw ga yakin itu king-size beneran, kok terasa lebih kecilan ya dari ranjang gw.

Setelah agak sorean…, kita bertiga berencana untuk berenang. Bikini two piece sudah melekat di tubuh kita, dibalut kemeja tipis putih. Kita emang sengaja pakai yang seragam biar menarik perhatian koko-koko gitu lho wkwkwkwk…

Tiba-tiba…

“tit tit…tit tit” ada sebuah SMS masuk ke hp gw. Isinya, “Ayo non. sekarang aja ya. mas udah ngga tahan nih…”. Wew…si Yusuf toh. Segera aku tunjukin ke Mimi dan dia langsung tertawa genit. Caroline ingin tahu juga apa isi sms itu tetapi aq larang. bisa berabe.

“gimana?” tanyaku. Mimi cuman mengangkat bahu, “ya terserah sih. lagian aku ya ngga begitu mood berenang.”. Caroline terlihat kaget dengan jawaban cece-nya.

Loh aku ya ga mau kalo berenang sendirian, ujarnya sewot.
“gini aja. kamu berenang dulu. Cece ama ce Ratih ada urusan bentar. nanti kita susul.”, bujuk Mimi. Aq mengangguk.

Janji ya? IYA!

Caroline lalu mengambil handuk dan keluar untuk berenang, olahraga kesukaannya. In the meantime, aq reply sms-nya faiz, “sini aja kalo berani!”. wkwkwk…

“lho ada mbak Mimi. Katanya mau berenang?”, tanya Yusuf heran. Aq diam saja sambil duduk diranjang. Mimi terlihat sekali salah tingkah, mungkin gugup dia.

“Ya dah. saya keluar dulu aja, mbak. permisi.”, pamitnya ke aq. Eit! mas. ga papa. dia mau ikutan kok!, ujarku pelan.

“serius nih mbak?”. Sambil tersenyum Mimi menganggukkan kepala. Woooo.. Aseeeeeeeeeeeeeeeeeeek! Teriaknya kegirangan! Dua mq cina sekaligus! waaaaaaa mimpi apa aku! waaaaaaaaaaaaaaa!

Wew…kayak dapet lotere aja mas… Yusuf lalu duduk di ranjang. Aq ama Mimi diam aja. Tegang nih! hihihi… “yang mana dulu tak bikin kelojotan nih?”, ujarnya santai. Aq spontan nunjuk Sylvy, yang dibalas dengan pelototan mata.

Tidak membuang waktu Yusuf lalu memeluk tubuhnya Mimi dan merebahkannya keatas ranjang. Diciuminya bibir Mimi yang tipis itu dengan penuh gairah. Aq lihat Mimi diam saja. Mungkin masih belum biasa dengan cowok seperti Yusuf. Aq duduk disebelahnya sambil melihat mereka bercumbu.

Yusuf lalu menjilati leher Mimi sambil mulai melepas kemeja putih tipis yang dipakai. Tangannya meremasi payudara Sylvi yang ranum itu dengan nafsu. Awalnya Mimi selalu menepis, tetapi lama-lama dia membiarkan payudaranya diremas-remas begitu oleh Yusuf.

Setelah agak lama, Yusuf lalu melepas ikatan bra bikini hitam yang dipakai Mimi. Dipandanginya sebentar kedua buah dada yang indah putih itu. Lalu dengan ganas dia menjilati puting sebelah kanan Mimi.

“Ssstt…ah….” erang Mimi keenakan. Kedua tangan temenku itu udah mulai memeluk kepala Yusuf dan tampak sangat menikmati putingnya disedot-sedot karyawan gw itu.

Tak tahan dengan gejolak, aku pun mulai menyedot puting kiri Mimi. Dia semakin keras mengerang keenakan. Kami berdua terus mencumbui kedua puting Mimi dan membuatnya semakin bergairah.

Setelah beberapa menit memberikan rangsangan seksual kepada Mimi, Yusuf lalu rebah, terlentang. “Ayo mbak, gantian dunk.”, ujarnya genit.

Mimi membalasnya dengan menyedot puting kanan si Yusuf itu sambil membelai- belai penisnya. Aq tak mau kalah, gw juga sedot puting kiri Yusuf sambil memainkan penisnya juga. Yusuf cuman mengerang

“ah…enaknya .ssssst” merasakan dirinya dicumbui oleh dua gadis chinese yang cantik. wkwkwk…

setelah cukup puas, Yusuf menghentikan kami dan menyuruhku melepas CD yang dia pakai. Dengan perlahan gw lepas celana dalam hitam dia yang cukup seksi itu. Dan…wow…!

“Lebih gedhe dari punya Boy toh?”, kataku sambil ketawa. Mimi cuman tersenyum genit. Kita berdua lalu rebutan menjilati penis hitam yang berukuran cukup besar itu. Sangat pas dengan bentuk tubuh Yusuf yang atletis.

“stt….sss…ah….aduh mbak…sss”, erang Yusuf keenakan, merasakan penisnya bergantian dikulum, dijilat, dikocok dan diremas-remas oleh aq dan Mimi.

Cukup lama kami memainkan penisnya si Yusuf itu sampai dia meminta berhenti, takut muncrat. Hehehe…

Dia lalu bangun dan menarikku keranjang. Dengan ganas dia melucuti seluruh pakaianku dan membiarkan aku tidur terlentang tanpa sehelai benang pun. Diangkatnya kedua lenganku keatas lalu dijilatinya kedua payudaraku dengan penuh nafsu. Mimi duduk disamping aq sambil tangannya mengkocok penis Yusuf. Aq dan Yusuf berciuman cukup lama sambil kedua tangannya bergerilya meremasi dan memainkan payudara serta putingku.

Saat dia menjilati leherku, aku bisikin, “ayo mas, masukin. saya udah ga tahan.”. Dia cuman nyengir sebentar tetapi terus mencumbui aku tanpa memasukkan penisnya yang besar itu. oh! aq tersiksa betul dengan gairah yang meledak-ledak ini. Badarq Online

Yusuf kemudian menindihku dan menggesek-gesekkan penisnya pas di belahan mqku. auh…ini orang bener2 tahu cara menggoda cewek. Aq sudah ngga tahan, setiap gerakan menusuknya sengaja aq cari sela yang pas supaya bisa masuk. Setelah beberapa kali meleset, akhirnya dia menusukkan penisnya yang besar kedalam mq aq.

“Ouhhhhhhh…..mas…sshhh…”, erangku penuh nikmat. Sekilas kulihat Mimi mengerang sendiri dan mencumbui dirinya.

Yusuf menggenjotku dengan kasar. Ouh…terasa agak sakit karena ukuran penisnya yang cukup besar, kayak sesak gitu mq aq. Tapi enak…st…terusin mas… Dia menciumi bibirku dan kami berpelukan sambil aq digenjot dengan ganas. Setelah beberapa menit aq merasakan kenikmatan, tiba-tiba Yusuf menghentikan genjotan kasarnya dan mencabut penisnya.

“Aduh…kok dikeluarin. ayo masukin lagi mas…ayo…”, pintaku. Duh…udah ga kayak bos ama karyawan deh. Betul omongan Mimi, ini yang jadi budak seks siapa ya? Aku tahan pantatnya supaya penisnya ngga dikeluarin, tapi Yusuf menepis tanganku dengan lembut dan mencabut penisnya dari mq aku.

Dia lalu mencium Mimi dengan penuh nafsu. Ah, rupanya gantian di Mimi toh… Ya udah, aku mengalah, hihihi… Faisal lalu merebah terlentang dan Mimi ditariknya keatas badannya. Dia lalu memposisikan penisnya dan bleb…langsung masuk kedalam mq Mimi.

“Auuuuuuuuh…sakit…mas…”, erang Mimi. Rupanya mq-nya belum terbiasa dimasukin penis segede itu. Ndak papa, mbak.

lama-lama nanti enak. Tanya mbak Ratih kalo ngga percaya. Dia sekarang ketagihan ama penis jawa aku hahahaha… sahut Yusuf enteng sambil tertawa lebar.

Yusuf memegang pinggul Mimi dan menggoyangnya maju mundur. Payudara Mimi yang cukup besar, sekitar 34C terlihat sangat seksi dengan posisi digenjot seperti itu. Aq yang sudah horny lalu merengkuh kepala Mimi dan menciumi bibirnya. Dia awalnya kaget, tapi lalu membalas ciuman aq. Yah…seumur-umur nih baru kali ini maen ala lesbi. Hehehe…tapi udahlah…namanya juga lagi horny

Setelah cukup puas, Yusuf lalu merebahkan Mimi dan menggenjotnya lagi dengan ganas, kali ini dalam posisi misionaris. Wah aku baru tahu kalo Mimi itu ribut banget saat ngesex ya. Wkwkwk…Erangannya begitu erotis, mungkin dia betul-betul “lepas”, kalo aq seh masih ada rasa

“segan” gitu lho… maklum, aq kan bos.
hahaha..

“cklek… cklek…”
“Aduh…cece ini gimana seh. Katanya mau nyusul. Ditunggu lama ngga datang-datang. sebel lho aku.” WADOOOOOOOOOOOOOOH!

Caroline tiba-tiba nongol masuk kedalam kamar.

“Ya ampun cece…Ya ampunnn…”, Teriaknya kaget melihat aq dan Mimi dengan asyik berhubungan seks dengan Yusuf.

Aq kuaget setengah mati, begitu juga dengan Yusuf dan Mimi. Yusuf segera mencabut penisnya sedang Mimi berusaha menutupi badannya dengan apapun yang bisa diraihnya.

“Aku laporin mama!”, teriak Caroline. Dia lalu berusaha keluar kamar. Tiba-tiba Yusuf meloncat turun dari ranjang dan menyergap Caroline, lalu menariknya hingga duduk diatas ranjang. “jangan mas…jangan….”, teriak Caroline, dia nampak shock, begitu juga Aq dan Mimi.

“mas jangan apa-apain adikku lho…maaaaaaas!”, teriak Mimi ikutan histeris. Aq diam terpaku tidak tahu harus bagaimana.

“tenang aja mbak. tenang semua! aku bukan pemerkosa kok…!”, hardik Yusuf dengan tegas, menghentikan teriakan dan histeris kami bertiga.

“Mbak Caroline tenang saja. Cece kalian itu tidak saya perkosa kok. Mereka yang mau sama saya. Saya cowok baek-baek, bukan pemerkosa.”, ujar Yusuf setelah beberapa waktu. Caroline melengos.

“Mana handphonemu?”, pinta Yusuf ke Caroline. Awalnya Caroline menolak menyerahkan handphonenya, tetapi setelah dibentak Yusuf, dengan gemetar dia memberikan HP itu kepada karyawan aq. Yusuf lalu memberikan HP itu ke Mimi. Nih hp adikmu.
Jaga jangan sampai dia lapor orang tua kalian. Bisa berabe, baik saya maupun kalian.

“Ngapain kamu sama cece? emang ga ada cewe lain ya?”, ujar Caroline tiba-tiba, telunjuknya mengarah ke Yusuf dengan sangat ketus. Yusuf terkekeh, lha cece kamu yang mau kok. Kita semua manusia, mbak. Punya kebutuhan dan keinginan terpendam, tambahkan sambil tertawa lebar. Aq ama Mimi tersenyum kecut.

Yusuf lalu berdiri dalam posisi telanjang begitu dan dia mengunci pintu kamar. Ugh…sexy abis lah. “Non Caroline diam saja, saya ngga akan apa-apain kalau emang situ ga mau. Tapi kalo mau sih ya…lebih bagus.”, ujar Yusuf sekenaknya sambil tertawa kecil.

Dia lalu duduk diranjang dan kembali memeluk Mimi. Namun Mimi nampaknya udah kehilangan mood dan dia menepis pelukan Yusuf. Sedikit kecewa, dia lalu menuju ke aq dan mencium bibirku. Aq biarin aja. Merasa ada angin segar, dia langsung menarikku dan merebahkan aku keatas ranjang dan kami kembali bersetubuh. Ouhf… enaknya penis besar itu mengkocok meqi aq.

Aq betul-betul menikmati genjotan Yusuf yang kasar ini. Tangannya terus meremasi payudara aq sambil bibirnya melumat bibir aq dan menjilati leherku.

“Ouhs…terus mas…sssh…enak banget…ahhh”, erangku penuh gairah. Mimi dan Caroline duduk diam mengamati aktifitas kami berdua.

Setelah agak lama, aku merasakah gelombang orgasme akan datang.

“sss….aku mau keluar mas…essstt…ahh…”, bisikku ke Yusuf. Dia mengangguk kecil lalu menggenjotku dengan lebih keras. Ah…sedikit sakit tapi betul-betul semakin nikmat dan…

“MAs…mas…Aaaaaaaaaaaaaaaaaah”, aq berteriak lepas, kali ini betul-betul lepas. Oh my god! Mq aku berkontraksi dengan kuat, meremas penis karyawan aq itu. Tubuhku kelojotan dan Yusuf susah payah menahan tubuhku supaya penisnya tidak tercabut akibat orgasm aq ini.

Tubuhku bergetar selama beberapa detik, ouhhhh sungguh kenikmatan yang luar biasa.

Yusuf lalu mencabut penisnya dari mq aq. wow…masih tegang kuat perkasa! Dia lalu kembali merengkuh lengan Mimi dan merebahkannya keranjang. Ah, kali ini Mimi tidak menolak. Aq lalu berdiri dan rebahan disisi yang lain supaya tidak mengganggu posisi mereka.

Singkat cerita, Mimi kembali digenjot dengan ganas oleh Yusuf. Erangan-erangan erotis penuh kenikmatan keluar dari mulut Mimi. Sampai Yusuf harus menciumnya dengan kuat agar erangan erotis itu tidak terlalu keras dan kedengaran keluar kamar.

Hehehehe…Kulihat Caroline diam saja melihat cece-nya digaulli cowok hitam itu. Mungkin ini pertama kalinya dia melihat hal seperti ini. Hm… Cara maen Yusuf ini memang kasar, kayak dipuas-puasin gitu seperti pemerkosa beneran. Tapi ntah kenapa, aq dan Mimi menyukainya!

Setelah beberapa menit diperkosa, Mimi mengerang dengan sangat keras tanda dia mengalami orgasm yang sangat kuat. Tubuhnya gemetaran persis seperti aq tadi. Kemudian Yusuf memcabut penisnya dan membiarkan Mimi kecapaian sehabis dipake. Situs bandarq

Mimi memindahkan posisi tubuhnya dan tiduran persis disamping aq. Nafasnya tersengal-sengal, matanya terpejam kecapaian, tetapi wajahnya nampak puas. Kayaknya dia baru kali ini merasakan kenikmatan orgasm.

“masih bisa ta mas?”, tanyaku genit. Yusuf cuman menyeringai. Dia belum ejakulasi setelah memakai dua ce chinese cantik ini. Wew…minum obat apa ya?

Lalu kulihat Yusuf, yang masih telanjang bulat dengan penis hitam besar yang mengacung kedepan itu, mendekati Caroline. Aku kaget dan menggoyang badannnya Mimi supaya dia tahu apa yang terjadi.

“Mas jangan ganggu adikku!”, ujar Mimi lemas, dia masih dikuasi oleh kenikmatan orgasmnya. Yusuf menjawab ngga kok. Selama dia mau kan ya gapapa. Kalo dia juga ikutan kedalam geng kita ini, maka dia ngga akan lapor orang tua kalian kan? Artinya, kamu dan saya aman-aman aja. Hm…masuk akal juga pemikirannya.

“Tapi…”, Mimi masih berusaha menahan Yusuf tetapi dia sendiri juga takut kalo tingkah lakunya ini dilaporkan adiknya ke orang tuanya. Bisa berabe! Inilah yang disebut sebagai dilema!

Yusuf dengan tenang berdiri didepan Caroline dan membiarkan penisnya yang besar itu mengacung persis didepan mulut cewek putih cantik itu. Caroline menutup matanya dengan kuat, seakan berusaha menolak. Tapi aq lalu berpikir, kalo emang Caroline ga mau, ngapain dia diam saja. Dia bisa saja pergi kan? Saat itu aq betul-betul heran!

Karyawan aq itu lalu berjalan kebelakangnya Caroline. Dia lalu mulai menciumi pipi gadis itu. Caroline menolak. Yusuf cuman tersenyum aja. Dia lalu melepas kemeja putih tipis yang dipake Caroline, dengan sedikit perlawanan. Yusuf lalu menciumi punggung Caroline dan menjilatinya dari bawah keatas. Tangannya berusaha meremas payudara gadis itu tetapi masih mendapat perlawanan sengit. Aku dan Mimi cuman bisa menonton sambil merasa gundah dan dilema.

Setelah agak lama, aq bisa melihat nafasnya Caroline semakin tidak teratur. Yusuf lalu berhasil menyusupkan lengannya dari belakang kedepan dan mulai meremasi payudara Caroline sambil terus menciumi tengkuk dan punggungnya.

“Ahhh..sshh….”, sebuah erangan kecil keluar dari mulut adik temenku yang masih SMA kelas 3 itu. Payudaranya yang mungil tetapi sexy diremasi dengan cukup kuat oleh Yusuf. Mata Caroline terpenjam dan bibirnya mulai digigit! ouh…sudah mulai jatuh nih cewek!

Yusuf lalu menghentikan serangan erotisnya dan berpindah kedepan. Dilepasnya bra bikini hitam yang dipakai oleh Caroline itu TANPA perlawanan. Lalu dengan ganas dilahapnya kedua payudara Caroline. Dijilatinya puting berwarna merah muda itu sambil memilin-milin putingnya yang lain. “auh…mas….shhhhhhhhhh”, erang Caroline semakin keras.

Yap, this girl has fall! Ternyata dia sudah terangsang melihat aq dan Mimi disetubuhi oleh cowok jawa ini dan sekarang nampaknya adalah giliran dia! Seandainya dia tadi tidak melihat adegan seks kami bertiga, dia tentu tidak akan jatuh semudah ini! Aduuuuh…

Merasa sudah cukup, Yusuf lalu menggendong adik Mimi itu keranjang dan dengan segera menindihnya. Yusuf melumat bibir tipis gadis SMA kelas 3 itu dengan penuh nafsu sambil penisnya digosok-gosokkan ke daerah vaginanya. Kulihat Mimi meneteskan airmata. Dia tidak tahu harus berbuat apa. kasihan!

Tak lama kemudian, kulihat Yusuf menarik celana dalam bikini hitam Caroline dan melemparkannya ke lantai. Vagina Caroline nampak sangat indah, tidak begitu lebat rambutnya. Caroline nampak pasrah. Yusuf lalu menyentuh vaginanya Caroline. Wah… Mbaknya udah terangsang ya. basah basah basah….memeqnya, godanya genit, meniru sebuah lagu dangdut.

Dia lalu kembali menindih Caroline dan menciumnya dengan penuh nafsu. Caroline hanya pasrah dan kulihat sesekali membalas ciuman bibir Yusuf. Penis karyawan aq itu digesek-gesekkan persis dibelahan vagina Caroline sambil kedua tangannya meremasi payudara ranum milik adik temen aq itu.

Aq ngga begitu tahu apa yang terjadi, tetapi nampaknya gerakan gesek-menggesek itu cukup efektif untuk pelan-pelan membelah vagina Caroline agar tidak terlalu sakit. Aq lihat lama-lama, penis hitam besar itu semakin menghilang, masuk kedalam liang vagina Caroline.

Caroline semakin tidak bisa mengontrol dirinya, kenikmatan (sekaligus rasa sakit mungkin ya) betul-betul telah menguasainya, ditambah Yusuf tidak henti-hentinya melumat puting dan meremas payudara gadis itu.

Tak lama kemudian, nampaknya penis Yusuf telah dengan penuh masuk kedalam vagina Caroline dan mereka kemudian semakin ganas bersetubuh.

“ahh…sssss…auh auh…”, erang Caroline merasakan tubuhnya dinikmati oleh karyawan aq ini. Yusuf nampak sangat berpengalaman menggauli cewe dari gayanya, sedangkan Caroline cuman diam pasrah tubuhnya betul-betul dinikmati dengan kasar oleh Yusuf.

Setelah lewat beberapa menit, Caroline nampak semakin liar dan tiba-tiba tubuhnya menyentak dengan mendadak sambil berteriak “ah…cece….aaahhhsss…ceeeeee”! Tangannya mencengkeram bahu Yusuf dengan kuat dan kepalanya mendongak keatas. Tubuhnya bergetar dan Yusuf terus menggenjotnya dengan kasar sampai Caroline menyelesaikan kenikmatan orgasm-nya! “sss.s…cece…sss…….ahhhhhhhhhh”!

Caroline lalu terkulai lemas, nafasnya tersengal-sengal. Yusuf nampaknya masih belum puas. Dia kembali dengan ganas mengkocok penisnya yang besar itu sampai Caroline mengerang sedikit kesakitan. Semakin lama genjotannya semakin cepat dan

“Ah…mbak…enaknya mbak.shhhhhh…aaaaaaaaaaaaaaah!”, teriak Yusuf keenakan. Oh! Dia menyemprotkan spermanya didalam! wah kurang ajar ini anak!!!! Dia berkelojotan sebentar diatas tubuh Caroline lalu rebah kesamping.

Suasana menjadi hening. Hanya isak tangis ringan terdengar. Mimi dan Caroline berpelukan dalam kondisi bugil. Yusuf, yang hanya memakai celana dalam, asik menonton TV sambil merokok. Bercak merah keperawanan Caroline jelas tercecer di sprei kamar hotel ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »