kali ini menceritakan kisah Sex dari seorang Dokter umum yg ditugaskan kesebuah Desa terpencil. Di desa itu mayoritas penduduknya tidak mengenal pendidikan. Pada suatu ketika Dokter Farhan menangani 2 Pasien yg kebetulan Ibu dan anak.
Karena mereka terbilang lumayan cantik dan bersih, maka Dokter Farhan-pun membodohi mereka dgn alasan ( harus di setubuhi agar bisa sembuh ). Singkat cerita mereka-pun menuruti perkataan Dokter Farhan itu dan terjadilah sex threesome. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Ini adalah cerita sex yg terjadi di pada suatu Desa, Di kabupaten “ A ”, desa tersebut adalah sebuah desa kecil yg agak terpencil. Akses jalanannya tidak seperti di kota yg sudah ber-aspal semuanya, di sana masih tanah Citra dan batu. Orang-orangnya sederhana dan lugu. Kalau pagi mereka selalu saling menyapa dan murah senyum. Rasa gotong royong pun masih kental disina.
Mereka bermatapencaharian sebagai petani. Disana ada sawah dan ladang. Kebun buah-buah-pun ada banyak disina. kalau mau makan tinggal petik. Disana tidak ada sekolah, orang tidak bisa mendapatkan pendiidikan. Jadi kalau ada orang pintar disini, mereka puja seperti dewa. Dokter Farhan adalah seorang dokter umum yg dikirim kesana untuk melayani masyarakat disana. Agen Bandarq
Apa yg dikatakan olehnya pasti didengarkan dan dituruti, misalnya saja seorang dokter. Jangan dokter, lulusan SD saja mereka posisikan di atas mereka. Suatu hari di ruang praktek Dokter Farhan yg sederhana ada seorang pasien separuh baya sedang berkonsultasi dgnnya mengenai kondisi organ hatinya. Cahaya pagi yg Menembus jendela kayu menunjukkan kekhawatiran di raut wajahnya.
Wanita itu tak henti-hentinya mengerinyit setiap kali ia menceritakan keadaan anak perempuannya. Pundak anaknya dipegangi seperti seorang Ibu yg takut anaknya akan lenyap kalau dilepas.
“ Dok, anak saya kayaknya kurang sehat beberapa hari ini. ”,
“ Ohhh… gimana kondisinya apakah batuk-batuk? ”,
“ Ya sedikit, nafsu makannya berkurang dok. ”,
Dokter Farhan mengangguk-angguk.
“ Nama kamu siapa, Dik? ”,
“ Citra, dok. ”,
“ Sudah berapa lama kamu sakit? ”,
“ 3 hari dok… gak sembuh-sembuh… dah minum teh manis. ”,
“ Pusing-pusing gak? ”,
“ Gak, dok. ”,
“ Sebelumnya anda makan apa, gak? ”,
“ Makan biasa aja dok… ”,
“ Ada jajan? ”,
“ Paling gulali. ”,
“ Hmm… . ”,
Dokter Farhan tampak sedang berpkiri untuk menganalisa kondisi Citra.
“ Ya udah kamu naik ke ranjang periksa yah… dokter periksa ”,
“ Iya dok… ”,
Citra berjalan ke ranjang periksa yg tak jauh dari situ, ia menaiki tangga kecil hingga ia bisa sampai ke atas ranjang dan tiduran.
“ Di angkat ya bajunya, biar dokter bisa periksa pakai stetoskop. ”,
Citra mengangguk dan menarik ke atas bajunya sehingga buah dadanya yg masih mengkal kelihatan. Dokter Farhan mulai mengguNakan stetoskopnya dan mencoba mendegar detak jantungnya. Stetoskop itu di letakkan di dada dan dipindah-pindahkan di sekitar situ. Kadang ditaruh di atas putingnya Citra.
“ Dingin dok… , ”, komentar Citra.
“ Tahan dikit ya… ”,
Saat Dokter Farhan memindahkan stetoskopnya, saat diangkat kadang pinggirannya menyenggol ujung puting Citra. Entah sengaja atau tidak, jari kelingkingnya kadang juga menoel putingnya. Sang Ibu tidak bisa melihat yg dilakukan Dokter Farhan sebab ia berada di belakangnya. Citra merasakan sesuatu yg aneh, dan pipinya berubah memerah.
Tanpa disadari puting coklatnya menjadi mengeras mencuat. Kalau tertoel lagi, kakinya langsung mengapit seperti menahan sesuatu di bagian bAuww… .ah situ.
“ Emmm… untuk pemeriksaan selanjutnya Ibu tunggu di bangku yah, saya harus melakukan tes. ”,
“ Iya dok. ”,
Dokter Farhan menarik gorden yg mengelilingi ranjang periksa. Ibu Citra tidak bisa melihat apa yg sedang terjadi di dalam. 3 menit tidak ada apa-apa. Namun setelah agak lama sang Ibu mulai mendengar suara-suara aneh dari dalam. Seperti anaknya sedang melenguh-lenguh…
“ Ah… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh… ”,
Merasakan firasat Makruk ia bangkit menyibak gordennya. Betapa terkejutnya saat ia melihat CD putrinya sudah turun setengah paha dan tangan Dokter Farhan sudah berada di kemaluan putrinya. Saking kagetnya sang Ibu sampai tidak bisa bicara apa-apa.
“ Aaa… aaa… aaa… ”,
“ Ibu! apa yg sedang Ibu lakukan, saya sedang di tengah pemeriksaan. ”,
Sang Ibu tiba-tiba merasa bersalah, apakah benar ia sedang mengganggu jalannya pemeriksaan anaknya ? Pikiran akal sehatnya seperti sedang terpecah saking syoknya.
“ Tunggu disitu yah. ”.
Lalu si dokter menutup lagi gordennya. Tak lama suara lenguhan terdengar lagi,
“ Eummm… Sss… Ahhh…. ouhhh… ”,.
Sang Ibu menjadi ragu-ragu apakah sebaiknya ia memBuka gorden itu atau dibiarkan saja. Tapi Lama-kelamaan Bukan cuma suara putrinya, kini ia mendengar suara si dokter,
“ Eummm…… shh… Sss… Ahhh…… yah… dihisap… biar lekas sembuh. ”,
Sang Ibu sIbuin khawatir. Akhhh rinya dia sibak lagi gordennya.
Kali kagetnya menjadi-jadi, sebab Makrungnya si dokter sudah keluar dari celananya dan ada di dalam mulut anaknya.
“ Dokter! Dokter… lagi apa… ? ”, dgn nada agak histeris.
Sang Ibu tidak mempercayai penglihatannya.
“ Aduh Ibu ini lagi-lagi mengganggu, ”, Dokter Farhan kesal,
“ Saya sudah analisa, anak Ibu terkena penyakit Vibilio Facumacis, obatnya adalah ia harus dibikin Klimaks dan menelan sperma. Kalau Ibu ganggu terus, gak selesai lohhh ini. Saya gak tanggung kalau penyakitnya bertambah parah. ”,
“ Ii… iya… tapi dok… . ”,
“ Hhhhhh… , ”, Si dokter menghela nafas panjang sambil geleng-geleng.
“ Ya sudah Ibu bantu deh, Ibu colok-colok kemaluan anak Ibu untuk membangun kekebalan tubuhnya. ”,
Sang Ibu terdiam dan ragu-ragu.
“ Ayo sini… bantu saja… nggak apa-apa kok, dari pada ganggu terus nggak selesai-selesai. ”,
“ Ii… iya… ”,
Sang Ibu berjalan mendekati tempat tidur periksa. Dokter Farhan membelakangi sang Ibu itu lalu ia meraih tangannya dan meletakkan di kemaluan putrinya.
“ Nah… sekarang keluar masukin jarinya di lubangya yah… ”,
“ Iii… iya dok… ”,
Sang Ibu pun mulai memasturbasi anaknya. Citra langsung memejamkan mata dan melenguh-lenguh kecil,
“ Aah… ah… ah… ”,
Dokter Farhan tiba-tiba menarik ke atas gamis sang Ibu. Tentu saja perbuatannya membuat sang Ibu kaget.
“ Dokter ngapain lagi?! ”,
“ Ibu juga perlu dibangun kekebalannya, kalau gak penyakit ini akan menular. Jadi kemaluan Ibu juga harus dimainin. ”,
“ yg bener dok… ”,
“ Ya bener, siapa disini dokternya? ”,
Sang Ibu kebingungan.
“ Ii… iya… ”,
“ Jangan khawatir saya tidak akan sentuh Ibu, kalau itu yg Ibu khawatirkan, Citra yg akan bantu prosesnya. ”,
“ Maksudnya… ? ”,
“ Citra yg akan gituin Ibu… ngerti kan… ”,
“ Hah? ”,
“ Sudah Ibu tenang aja, nurut aja kalau mau sembuh yah. ”,
Dokter Farhan lalu membungkukan dan memberikan penjelasan kepada Citra.
“ Citra supaya Ibumu gak ketularan kamu keluar masukin jari kamu di lubangnya Ibu yah… kayak yg dilakukan Ibu ke kamu… ok ”,
“ Iya dok… ”,
“ Pinter, ”, ujar Dokter Farhan menepuk-nepuk kepala Citra.
Dokter Farhan bangkit lagi,
“ Nah Ibu… siap ya… saya angkat gamisnya yah… biar Citra bisa masturbasiin Ibu untuk cegah penyakit. ”,
“ Iya dok… ”,
Dokter Farhan pun mengankat gamis sang Ibu hingga seperut dan menarik turun CD putihnya. Sang Ibu membantu memegangi kain gamisnya agar jangan jatuh. Dokter Farhan sempat menelan ludah saat ia melihat paha sang Ibu yg semok. Gak kurus, tapi berisi.
“ Nah Citra, sekarang tangannya yuk… ”,
Citra mengulurkan tangannya dan menjamah kemaluan Ibunya. Jari tengahnnya dimasukkan ke dalam lubang Ibunya perlahan, lalu ditarik lagi.
“ Ouhhh… Sss… Ahhh… ouhhh… ”,
Sang Ibu langsung memejamkan matanya dan melenguh keenakan.
“ Mak maafin Citra ya, gara-gara Citra sakit, Ibu bisa ketularan juga. ”,
Sang Ibu Buru-buru membungkukan badannya dan mengelus kepala putrinya
“ Sudah kamu gak perlu pikiran itu, yg penting sekarang Citra keluar masukin jari lubang di lubang Ibu, dan Ibu colok-colok lubang Citra yah… biar kita sama-sama sehat, ”, ujar sang Ibu menenangkan anaknya. Bandarq Online
Citra-pun mengangguk tersenyum.
“ Nah sekarang Citra Buka mulutnya AAaaa, ”, perintah Dokter Farhan. Citra menurut.
Dokter Farhan kembali mengarahkan Kejantanannya ke mulut Citra dan memasukkannya ke dalam.
“ Nah, sekarang kulum batang kejantanan Dokter ya… obatnya ada di dalamnya mesti dikeluarin, Ok ”,
“ Eunggg… ”, Citra mengiyakan dgn mulut yg tersumpal batang kejantanan Dokter Farhan.
Dokter Farhan lalu memaju mundurkan pinggulnya, menikmati batang kejantanannya disepong Citra. Ia tarik lagi ke atas bajunya Citra, agar ia bisa melihat jelas kedua putingnya. Tngan kanannya bergerak, menjamah dan remas-remas lemMakt dada Citra. Sesekali ia pelintir-pelintir putingnya.
“ Engghhh… eughhh… ”, responnya.
Sementara itu tangan kirinya diguNakan untuk menahan kepala Citra yg berjilbab agar ia bisa bersenggama di mulutnya. Nafas sang Ibu lama kelamaan berubah menjadi tak beraturan. Gerakan jarinya di lubang putrinya pun berubah menjadi sIbuin cepat.
“ Mmhmhh… nghhh… nghh… , ”, lenguh Citra
Jari Citra pun juga ikut-ikutan menusuk-nusuk Kewanitaan Ibunya dgn cepat. Jari mungi itu kelihatan sudah menjadi basah. Cairan bening ada yg mulai turun mengalir dari lubang Kewanitaan sang Ibu ke pahanya.
“ Dokter … remas dada saya juga dok… plis… ”, pinta sang Ibu
Dokter Farhan senang mendengar permintaan sang Ibu.
“ Di Buka dong bajunya. ”,
Sang Ibu menurut dan melepaskan bajunya dan dijatuhkan ke tanah. Kini ia bertelanjang dada dan hanya mengeNakan BRA saja. Dr Han berdecak kagum melihat buah dada sang Ibu yg besar.
“ BRA-nya… di lepas juga… ., ”, pinta Dokter Farhan dgn suara bergetar.
Tanpa berpikir panjang sang Ibu melepaskan pengait depan BRAnya dan meloloskannya talinya dari pundaknya. Lalu ia jatuhkan ke lantai. Dokter Farhan jadi bernafsu banget ngeliat buah dada sang Ibu yg mantap. Ia pun menangkupnya dari belakang punggung, melewati bAuww… .ah tangannya, serta memainkan buah dada yg kenyal itu.
Citra baru kali ini ngeliat Ibunya Buka-Bukaan seperti itu, dan baru pertama ngeliat seroang pria cemek-cemek dada Ibunya. Darahnya berdesir. Jantungnya berdegup keras. Semuanya serba baru baginya. Sang Ibu pun mulai menggapai zakar Dokter Farhan dan mengelus-elusnya.
“ Sss… Ahhh…… ”, Dokter Farhan merasakan kehangatan di Kejantanannya…
“ Sss… Ahhh…… .gak kuat… .Sss… Ahhh…… keluar… keluar… ”,
Dokter Farhan memegang kepala Citra dgn kedua tangannya dan memaju mundurkan batang kejantanannya di mulut Citra. dgn cepat. Kumpulan sperma itu tak lama lagi akan meledak di rongga mulut gadis mungil ini.
“ Ke… luaaar… Sss… Ahhhhhhhhhh… ”,
“ Crottt… Crottt… Crottt… ”,
“ Sss… Ahhh… ”,
Dokter Farhan merasakan kelegaan luar biasa. Lalu ia mencabutnya dari mulut Citra.
“ Ditelan yah Citra… itu obatnya… ”,
Citra mengangguk. Ia teguk cairan Dokter Farhan. Otot lehernya tampak berkontraksi.
“ Pinter… ”,
“ Dokter kasih sesuatu Makat kamu yah… ”,
“ Apa tuh? ”,
Dokter Farhan mendekatkan wajahnya ke wajah Citra. Keduanya saling memandang. Lalu dia mencium Citra dan menghisap-hisap bibir atas dan bawahnya. Sang Ibu membelalak, melihat Dokter Farhan mencumbu putrinya dan Citra tampak menyukai setiap deitknya.
“ Dokter apakah itu juga termasuk pengobatannya? ”,
Dokter Farhan menegakkan tubuhnya.
“ Iyah… sudah pasti dan… sekarang Ibu jilat Kewanitaannya Citra, ya ”,
“ Hlooo… kenapa? ”,
“ Iya… karena saliva Ibu bisa menjadi bahan tambahan yg menguatkan kekebalan Citra, seperti vitamin. Jadi jangan lupa, nanti sambil dijilat, juga diludahin sedikit yah. ”,
“ Gitu ya dok… ? ”,
“ Iyah… ”,
Sang Ibu memandang anaknya dgn penuh kasih sayaang.
“ Ibu jilat yah, Nak… ”,
Citra-pun mengangguk,
“ Iya, Mak terima kasih ya. ”,
Sang Ibu tersenyum dan mengelus kepala anaknya. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke alat kelamin putrinya. Di Buka sedikit bibir Kewanitaannya, diludahi lalu ia mulai menjilat-jilat belahan Kewanitaannya.
“ Sss… Ahhh…… Sss… ouhh … enak Mak… ouhhh… ”,
Citra yg sedang keenakan sudah lupa untuk memasturbasang Ibunya. Dokter Farhan tidak ingin membiarkan lubang Kewanitaan sang Ibu mubazir. Dokter Farhan pun menarik turun gamis roknya, dan ia bisa melihat gundukan yg terbelah dari arah belakang. Ia lalu mengarahkan batang kejantanannya ke lubang sang Ibu. kebetulan posisinya sudah siap untuk di doggy style.
Tanpa meminta izin lagi, Ia langsung mendorong masuk batang kejantanannya ke dalam lubang sang Ibu yg sudah basah.
“ OOuhhhh… Dok… Sss.. Ahhh… ”,
Sebentar ia melihat ke belakang, kemudian ia mulai merasakan kenikmatan hujaman-hujaman tusukan batang kejantanan si dokter.
“ Astaga enaknya… . ”,
Lalu ia lanjut lagi mengoral anaknya di atas ranjang periksa. Citra yg baru kali ini mengalami rasanya di oral, tidak dapat membendung cairannya untuk keluar.
“ Mak… mau pipis… ”,
“ Pipis aja Citra biar kamu sehat… ”,
“ Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… Ibu… duh… gak tahan lagi… ”,
Citra menjerit histeris, saat ia mencapai Klimaks. Kakinya mendorng pantatnya sampai ke udara, dan Kewanitaannya menyemprotan cairan hingga keluar. Sang Ibu Buru-buru berpindah untuk melihat wajah putrinya.
“ Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… dah keluar Nak? ”,
Dia menanyakan keadaan Citra selagi sedang disodok sama Dokter Farhan dari belakang.
Citra bisa melihat dari dekat, wajah Ibunya yg sedang sangat keenakan. Tubuhnya bergerak-gerak maju mundur, demikian juga Makah dadanya.
“ Ibu lagi diapain? lagi diobati juga yah? ”,
“ Eummm… Sss… Ahhh… Sss… Ahhh…… iya Nak… ”,
“ Citra juga mau… diobati yg seperti Ibu… ”,
Sang Ibu terkejut mendengar permintaan Citra,
“ Citra… .Citra masih kecil… Sss… Ahhh… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…. Belum boleh diobati seperti ini. ”,
Sementara itu dari belakang mempercepat memompa tubuh sang Ibu.
“ Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…h… ”,
Alis sang Ibu mengernyit menahan kenikmatan yg sIbuin memuncak.
“ Tapi Citra mau… ., ”, ucapnya menelan ludah melihat Dokter Farhan menyetubuhi Ibunya. Walaupun ia belum tahu itu namanya.
Di dalam keadan birahi yg sangat, pikiran sang Ibu tampaknya sIbuin tertutup. Bahkan ia mulai merasa birahi terhadap putirnya. Ia menggapai lagi kemaluan Citra. Ia colok-colok lagi dgn satu jari. Citra agak mengangkat kepalanya untuk melihat apa yg Ibunya lakukan di kewanitaannya itu. Dia diam saja membiarkan perbuatan Ibunya. Sensai nikmat mulai menjalar dari alat kelaminnya.
Kemudian dari satu jari berubah menjadi dua jari.
“ Ouhhh… ohhh… yeaSss… Ahhh…h… ”,
Tapi saat jari ketiga masuk… raut wajah Citra berubah kesakitan.
“ Auww… . sakit Mak… udah… Mak keluarin jarinya… sakit… ”,
“ Tahan Nak… tahan… biar Ibu yg ambil Keperawanan… .anan kamu yah… ”,
Kemudian Citra-pun bangkit dari tidurnya dan mencoba mencabut jari Ibunya dari liang kewanitaannya.
“ Sakit Mak… ”,
“ Tahan Nak… entar jadi eNak lagi… ”,
Kemudian sang Ibu menidurkan lagi putrinya, kemudian dia mulai mejilati putingnya agar Dia merasa lebih nyaman.
“ Owwh… Sss… sakit… ”,
Sedikit demi sedikit membran Keperawanan… .anan Citra pun robek oleh jemari Ibunya.
“ Aouw… sakit… Sss… Ahhh…h… ”,
Perlahan rasa sakit itu berubah menjadi eNak.
“ Eumhhh… Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… sss… Sss… Ahhh…h… . ”,
Ketiga jari sang Ibu pun berbalur darah Keperawanan… .an Citra dan cairan kewanitaannya. Tiba-tiba hentakan keras Kejantanan Dokter Farhan menyentuh batas klimaksnya, sehingga sang Ibu kelojotoan mencapai Klimaks.
“ Sss… Ahhh…hh… sampai… . ”,
Dia mendorong Dokter Farhan agar mencabut Kejantanannya dari lubangnya.
“ Saya nanggung Mak, ”, keluh Dokter Farhan.
Tanpa menanggapinya, sang Ibu menyuruh Citra bangun. Citra menuruti perintah Ibunya dan ia duduk di pinggir ranjang periksa. Sang Ibu berbalik badan dan naik duduk di sebelahnya.
“ Citra duduk di pangkuan Ibu yuk. ”,
“ Iyah. ”,
“ Lepas tuh CDnya. ”,
“ Iya Mak. ”,
Setelah itu Citra berpindah posisi duduk di atas paha Ibunya. Kedua kakinya berada disisi luar kaki Ibunya. Kewanitaannya jadi agak terBuka. Setelah itu Ibunya memBuka lebar kedua pahanya, sehingga kedua paha Citra juga turut terBuka lebar, mempertontonkan lubang senggamanya.
“ Kamu mau diobati Dokter Farhan seperti tadi kan? ”,
Citra memandang batang kejantanan Dokter Farhan yg mengacung dan gak bergerak-gerak dikit. Ia menunduk, lalu mengangguk.
Sang Ibu memandang ke Dokter Farhan, “ Tolong obati anak saya juga, dok. Pakai cara yg tadi ”,
Dada Dokter Farhan bergemuruh melihat posisi sang Ibu dan anak itu. Mereka berdua masih mIbuai jilbab. Sang Ibu sudah tidak berpakaian, Citra masih lengkap berpakaian, tetapi semuanya sudah disibak. Situs Bandarq
“ Eh… iyah… sebelumnya kalau berdua ciuman dulu biar saliva kaCitran bercampur di mulut agar bakteri kumannya mati ”,
Kemudian Sang Ibu merendahkan kepalanya dan Citra mengadahkan kepalanya ke atas menyamping. Bibir mereka bersentuhan, lalu sang Ibu melumat bibir putrinya. Ludahnya dipindahkan ke mulut Citra, kemudian dgn lidahnya ia mengaduk-ngaduknya di dalam.
Dokter Farhan benar-benar terangsang oleh keduanya, ia pun mendekat sambil mengocok titinya. Ia naik ke anak tangga agar batang kejantanannya bisa sejajr dgn lubang Citra. Lalu Blessss… Citra membelalak saat merasakan sebuah benda besar yg panjang menerobos masuk lubang senggamanya. Ibunya saja merasa Dokter Farhan gede banget, apalagi anaknya.
Dokter Farhan tidak bisa leluasa mengeluar masukkan batang kejantanannya, sebab seret banget, meskipun lubang Citra sudah distimulasi sejak tadi dan basah licin. Batang kejantanan Dokter Farhan benar-benar tidak bisa masuk penuh, meskipun sudah berusaha didorong. Dokter Farhan sampai menganga mulutnya, karena jepitannya luar biasa banget. Dia yakin pertahannya tidak akan bisa lama dgn keadaan seperti ini.
Ia pun mulai memajumundurkan pantatnya dan bersetubuh dgn Citra.
“ Sss… Ahhh…… Sss… Ahhh…… .shhh… Sss… Ahhh…h… ”,
Kenikamtan yg sama pun juga dirasakan Citra. Lubangnya terasa penuh. Setiap sensor di kemaluannya mendapatkan gesekan penuh dari bendanya Dokter Farhan. Apalagi ini pengalaman pertamanya.
“ Dr… Dr… Dr… Han… .shhh… Sss… Ahhh…… ”,
Sang Ibu pun membuat anaknya makin gak kuasa menahan nikmatnya seks. Tangannya meraba-raba dan memainkan buah dadanya. Citra sudah benar-benar pasrah ia bisa meraskan gelombang klimaks bentar lagi datang. Sesaat ia hendak mencapai Klimaks, tiba-tiba…
“ Akhhh … keluar… !!! Dok keluar! ”,
Citra bisa merasakan cairan panas Menyembur di lubangnya. Di saat itu juga ia mencapai Klimaks.
“ Serrr… Serrr… Serrr… ”,
“ Dok Aku pipis lagi… . ”,
“ Ya bagus itu… ”,
Keduanya mencapai klimaks secara bersamaan. Tak berapa lama setelah itu, kedua nya berpakaian lagi yg lengkap. Mereka kembali ke meja.
“ Ok… kalian berdua sudah diberi obat dan disuntik kekebalan, kalau masih belum sembuh datang lagi untuk diadakan pemeriksaan. ”,
“ Baik, dok, terima kasih ya. Ayo Citra bilang apa ke Dok ”,
“ Terima kasih dok. ”,
“ Iya… lekas sembuh ya… ”,
“ Ngg!… iya ”,
Ternyata beberapa hari kemudian Citra telah kembali menjadi sehat. Kehebatan pengobatan Dokter Farhan pun jadi terkenal di antara para wanita. Sementara untuk sang Ibu itu dan anaknya, mereka berdua pun jadi sering mencolok-colok Kewanitaan mereka satu sama lain, untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dan tetap sehat.


